Reels vs video explainer: mana untuk produk Anda?
Dua format ini sama-sama video, tapi tugasnya berbeda. Memilih yang salah bisa membuat anggaran habis tanpa hasil yang Anda harapkan.
Reels: untuk dilihat dan dibagikan
Reels dan TikTok dibuat untuk menghentikan jempol yang sedang menggulir. Durasinya 7–30 detik, ritmenya cepat, dan pesannya satu saja. Cocok untuk produk yang menarik secara visual: makanan, fashion, dekorasi.
Karena umurnya pendek di linimasa, reels paling efektif dibuat sebagai seri, bukan satu video.
Explainer: untuk dipahami
Video explainer berdurasi 60–120 detik dan menjelaskan masalah, solusi, dan cara kerja produk. Cocok untuk layanan atau aplikasi yang tidak bisa dipahami dari satu foto, seperti fintech, software, atau jasa B2B.
Explainer biasanya dipasang di halaman utama website, presentasi penjualan, dan iklan yang menargetkan orang yang sudah tertarik.
Perbandingan singkat
- Tujuan: reels untuk jangkauan, explainer untuk pemahaman
- Durasi: reels 7–30 detik, explainer 60–120 detik
- Umur konten: reels beberapa hari, explainer bisa dipakai 1–2 tahun
- Biaya motion video di Digitama: Rp150.000–Rp300.000 per video
Bagaimana memilih
Tanyakan satu hal: apakah calon pelanggan sudah paham produk Anda? Jika sudah, mereka butuh pengingat yang sering, maka pilih reels. Jika belum, mereka butuh penjelasan, maka mulai dari explainer.
Reels membuat orang melihat, explainer membuat orang mengerti. Banyak klien kami memulai dengan satu explainer, lalu memotongnya menjadi beberapa reels.